Upaya Pengendalian Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Oleh Pemerintah Jawa Barat

- Jumat, 18 November 2022 | 14:42 WIB
Pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Cirebon. (Dok. DKPPP Kota Cirebon)
Pemeriksaan penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kota Cirebon. (Dok. DKPPP Kota Cirebon)

Bandung - Seiring dengan merebaknya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Indonesia beberapa pekan ini, pemerintah Jawa Barat dan tim veteriner melakukan investigasi terkait wabah virus ini ke berbagai lokasi peternakan.

Dari hasil temuan di lapangan dilaporkan bahwa hewan ternak yang terjangkit wabah PMK terlihat memiliki ciri-ciri mulut berbusa dan kuku kakinya melepuh hingga berdarah.

Dari hasil investigasi hingga saat ini, telah ditemukan kasus hewan tertular PMK di 20 kabupaten/kota yang terdiri dari sapi potong, sapi perah, domba, dan kambing. Kasus hewan tertular ini tersebar di 97 Kecamatan dan 125 Desa/Kelurahan di Jawa Barat.

Baca Juga: Beredar isu penarikan harta gono-gini dari Nathalie Holscher, berikut tanggapan Sule

Tindakan Pemerintah Dalam Menangani Kasus PMK

Dengan adanya kasus seperti ini, pemerintah mengambil langkah tegas dengan memberlakukan kebijakan lockdown mikro dan menutup lalu lintas ternak antar daerah serta provinsi.

Pemberlakuan lockdown ini melibatkan pengawas dari Pejabat Otoritas Veteriner di kabupaten ata kota masing-masing yang akan melakukan pemantauan kepada hewan ternak yang sedang dalam masa isolasi.

Adanya lockdown ini bukan berarti menutup secara total pengiriman antar daerah dan hewan dari luar provinsi. Namun, saat hewan ternak hendak masuk ke Jawa Barat, akan dimintai SKKH (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dari kota asal pengirim dan rekomendasi pemasukan ternak dari daerah penerima. Jika terlihat adanya gejala PMK maka hewan ternak akan dipulangkan kembali.

Baca Juga: Daftar harga HP Redmi Note 10 paling update bulan ini

Halaman:

Editor: Dwi Triantoro

Sumber: Pemprov Jabar

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X